Reporter

Jatimnet

Kamis, 25 Oktober 2018 - 20:07

JATIMNET.COM, Surabaya – Sejak dimulainya masa kampanye 23 September 2018 lalu, dua calon wakil presiden yang akan berlaga dalam pemilihan presiden 2019 rajin menyambangi Jawa Timur. Keduanya bicara ekonomi untuk menggaet perolehan suara.

Baik calon wakil presiden kubu petahana KH.Ma’ruf Amin maupun pesaingnya, Sandiaga Uno, sama-sama menawarkan perbaikan ekonomi. Bedanya, sebagai oposan, Sandi selalu menyelipkan kritik pada kerja pemerintah kini. “Emak-emak berteriak harga mahal, milenial susah cari kerja, para bapak-bapak juga risau dengan kesejahteraan keluarga,” kata Sandi saat peresmian Rumah Pemenangan Prabowo-Sandiaga Jatim di Museum NU Surabaya, Senin 22 Oktober 2018 lalu.

Benarkah harga sembako naik dan bertambah mahal? “Kayaknya kok masih normal ya,” kata Sariayu, pedagang Pasar Jojoran Surabaya, Kamis 25 Oktober 2018. Perempuan 68 tahun itu sudah berdagang sembako selama 45 tahun. Pendapat serupa disampaikan Yusani (50), pedagang di Pasar Sememi dan Yatiani (60), pedagang di Pasar Manyar. “ Ya mungkin naik sedikit tapi itu wajar,” kata Yatiani yang sudah berdagang selama 10 tahun.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo pun ikut bicara soal keluhan Sandiaga. Di sela kunjungan ke pameran Indonesia Quality Expo (IQE) 2018 di Grand City Surabaya, Kamis 25 Oktober 2018, Pakde mengatakan pertumbuhan ekonomi Jatim menjadi yang tertinggi secara nasional. Angka pengangguran pun, ia mengklaim, turun 3,85 persen. “Jelas tidak relevan,” katanya tentang kritik Sandiaga tentang ekonomi.

Baca Juga

loading...